Berita dan Pengumuman

Seminar Internasional: Al-Qur'an dan Kedudukannya di Era Kontemporer

  • Di Publikasikan Pada: 31 Jan 2023
  • Oleh: Atika Agustina Tarik

(Ahad, 29 Januari 2023) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan acara Seminar Internasional yang menghadirkan salah satu Syekh Universitas al-Azhar Mesir yakni Syaikh Nashr al-Din Isham Abd al-Jayyid al-Tamadi. Seminar tersebut mengangkat sebuah tema “Al-Qur’an dan Kedudukannya di Era Kontemporer”. Awal seminar dibuka oleh sambutan dari Bapak Syamsudin PWM Jawa Timur dan peserta yang datang berjumlah lebih dari 50 peserta yang di antaranya Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dosen Ma’had Umar bin Khattab, Dosen di luar Universitas Muhammadiyah Surabaya, Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Mahasiswa Ma’had Umar bin Khattab, Mahasiswa di luar Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan masyarakat umum yang sangat antusias dalam acara seminar tersebut.

Pada awal penyampaian Syekh Nashr menyampaikan salah satu ayat yang ada di dalam al-Qur’an yakni surah al-Kahf:109, terkait dengan penyampaian beliau pada seminar kali ini tidak membahas mengenai keseluruhan dari al-Qur’an, diperjelas melalui penerjemah Mudir Ma’had Umar bin Khattab yakni Bapak Ahmad Masduqi, Lc., mengatakan bahwa andaikan lautan itu tintanya dan batang-batang pohon sebagai penanya maka tidak akan pernah cukup dalam menuliskan ilmu yang ada di dalam al-Qur’an apalagi muhadhoroh (seminar) yang bertemu hanya sekali. Dalam seminar kali ini Syekh Nashr menyampaikan motivasi terkait bagaimana seharusnya peran-peran seorang muballigh dalam menjadikan al-Qur’an sebagai landasan utama kehidupan.

Memberikan kisah-kisah sahabat yang memperjuangkan Islam beserta ajaran Rasulullah yang jika dibandingkan dengan keadaan kita saat ini sangat jauh berbeda. Apabila kita lihat orang-orang saat ini masih banyak yang mengeluh dalam beramal padahal hal-hal tersebut belum sebanding dengan ujian Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya terdahulu dalam menyampaikan apa yang terkandung dalam al-Qur’an. Setiap manusia adalah pemimpin, baik pemimpin bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain. Sudah seharusnya kita memperbaiki pemahaman al-Qur’an, karena al-Qur’an bukan hanya sebagai hiasan dinding dan lantunan merdu melainkan ada makna yang terkandung di dalamnya. Selain itu Syekh Nashr mengatakan melalui penerjemah bahwa orang-orang yang sudah mempelajari al-Qur’an dan mengetahui maknanya ternyata tidak cukup sampai di situ saja melainkan dalam keberlanjutan untuk memberikan manfaat kepada orang lain harus merealisasikan apa yang terkandung dan diketahui di dalam ayat-ayat al-Qur’an. Hal ini akan dipertanggung jawabkan oleh kita dihadapan Allah terkait apa saja amalan-amalan yang kita kerjakan di dunia.

Tugas seorang muslim saat ini yaitu menjadi para ulama dan ilmuwan yang lebih menguasai dibandingkan orang-orang yang di luar Islam. Sudah seharusnya membuka pola pikir dalam meluaskan wawasan yang sebenarnya sudah terkandung di dalam al-Qur’an. Menjadi para muballigh yang haus akan ilmu pengetahuan keIslaman dan kecanggihan teknologi saat ini akan membangun sebuah negeri yang unggul. Disampaikan oleh penerjemah bahwa suatu negara yang maju yaitu negara yang dihuni oleh kaum-kaum Muslimin yang taat dan berpedoman pada al-Qur’an.

Acara Seminar Internasional ini dilaksanakan pada pukul 12.00 – 15.00 di Auditorium Lantai 13 at-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya. Acara ini berlangsung dengan kondusif menggunakan Bahasa Arab yang dilengkapi penerjemah. Oleh karena itu tidak menyurutkan semangat para mahasiswa dalam merespon materi yang disampaikan oleh Syekh Nashr.