“ Upaya pertahanan Keluarga pada Pandemi “

Wabah corona ini berlanjut hingga awal tahun 2021 dengan kasus yang meningkat. Pemerintah tak pernah berhenti untuk menghimbau masayarakat untuk menggunakan masker saat berpergian atau sakit, berjaga jarak satu sama lain dan alangkah baiknya menghindari kerumuman seperti nongkrong di luar, serta menjaga kesehatan dan kebersihan sekitar. Dalam situasi menghadapi Covid-19 ini sangat penting sekali untuk melibatkan partisipasi masyarakat yakni pada lingkup keluarga.
Keluarga adalah sumber utama dalam pengoptimalan sebagai strategi dalam menghadapi Covid-19. Jika setiap keluarga mengikuti dengan sebenar-benarnya aturan dari pemerintah, maka bentuk dari pengoptimalan dalam menangani kasus ini bisa menurunkan kapasitas korban dari wabah tersebut. Untuk itu sangat diperlukan sekali pada lingkup keluarga untuk memberikan Pendidikan dalam menangani wabah ini dengan membiasakan diri untuk hidup bersih baik bersih diri atau membersihkan tempat sekitarnya dan sehat dengan menjaga pola makan, serta mengingatkan selalu untuk menggunakan masker di luar rumah ataupun saat kondisi tidak sehat. Pada kondisi ini pemerintah memberikan keringanan bagi yang bekerja di lapangan untuk yang lain diadakan WFH (Work From Home) dan Daring untuk anak sekolah. Bertujuan untuk mengurangi angka dari kasus wabah Covid-19.
Dan kondisi seperti ini sangat dibutuhkan sekali baik dalam mengatur ekonomi keluarga maupun dalam meredamkan ego dengan anggota keluarga. Ketika saya mewawancarai salah satu keluarga sekitar saya, semisal pada keluarga ini saling membangun kerja sama satu sama lain dalam menangani masalah pada kondisi saat ini. Keluarga mereka tergolong menengah dengan kehidupan yang berkecukupan. Saat saya wawancarai bagaimana upaya mereka dalam mengatasi tekanan psikis mereka dalam situasi ini, dan ibu ini menjawab “cara dalam mengatasi masalah ini ya sama-sama mengerti satu sama lain, saling mengingatkan dengan tidak menyinggung, berfikir untuk mencukupi kebutuhan yang kurang dengan salah satu contohnya saya berjualan di rumah membantu si ayah cari nafkah ya jualan minuman, makanan atau cemilan ada yang berupa frozen nanti di goreng sendiri mbak. Dan hasilnya di tabung juga buat mengontrol ekonomi keluarga. ” beliau menjawab itu. Dan begitupula pada saat saya mewawancarai juga mengenai masalah kegiatan belajar anak secara daring beliau memberikan pendapat, “ya, kalau menurut saya belajar daring anak di rumah ada sisi baik dan buruknya mbak, baiknya anak belajar di rumah dan saya bisa mengawasinya, sedangkan dari segi buruknya terkadang anak sering mengeluh tugas banyak dan waktu belajar anak sangat banyak. Tetapi saat waktu istirahat itu, mereka gunakan bermain game online dan melakukan aktivitas lain. Dan saya juga selalu membatasi anak dalam penggunaan bermain hp agar bisa membagi waktu bersama keluarga”. Setelah saya mewawanacarai beliau, saya dapat menyimpulkan bahwa dalam menangani masalah keluarga pada situasi saat ini membutuhkan waktu berkumpul dalam menyatukan pemikiran untuk saling mengerti dan mengingatkan satu sama lain dengan tidak memberatkan yang lainnya. Pada wabah ini membawa dampak positif dan negative pada masayarakat. Dan setiap kondisi keluarga ada yang bertahan dalam tekanan ini dan sebagaian ada juga yang tidak bisa dalam mempertahankan keluarga karena keegoisan mereka tidak bisa di kontrolkan dengan baik, sehingga membuat suasana dalam rumah tangga diambang kehancuran. Untuk itu, sangat diperlukan dalam keluarga untuk menyelesaikan konflik pada wabah ini secara baik dan kekeluargaan.

Nama: Vonny Putri Sagita
NIM: 20171551029
Psikologi Perkawinan

 52 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment