PFH (Pray From Home)

Di suatu desa di kecamatan taman, sidoarjo, terdapat sebuah keluarga kecil yang hidup bahagia dengan 2 anak, Sang ayah bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah pabrik di Sidoarjo, sedangkan sang ibu bekerja sebagai pengajar di sebuah Sekolah di Sidoarjo.

Setiap hari, (sebelum Pandemi menyerang) keluarga tersebut hidup dengan bahagia dan kesederhanaan, Anak pertamanya Sudah memasuki ujian skripsi di sebuah kampus di Jombang, sedangkan anak ke dua baru memasuki semester 3 di sebuah kampus di Surabaya.

Dari kecil, memang orang tua nya sering mengajarkan anaknya tentang masalah keagamaan, dari pentingnya sholat berjamaah di masjid, mengaji, hingga setiap ba’da magrib di dalam rumahnya dibuat tempat mengaji bagi anak anak di sekitar.

Hari demi hari berlalu, hingga tiba sebuah ujian yang menimpa umat manusia, dan keluarga tersebut khususnya, memang masalah finansial sangat berpengaruh di dalam keluarganya, akan tetapi masalah itu dapat tertutupi oleh banyaknya saudara yang saling berbagi satu sama lain, hingga melewati masa masa sulit itu.

Yang lebih mempengaruhi keluarga tersebut ada pada masalah spiritualnya, sebelum Pandemi datang, Semua keluarga tersebut selalu sholat di masjid dan mengikuti pengajian, Hal itu menjadi kebiasaan, sampai pada akhirnya, datanglah kabar yang menunjukkan bahwa masjid ditutup sementara karena mencegah penyebaran virus, mulai saat itu keluarga yang sudah terbiasa melakukan kebiasaannya ketika sholat 5 waktu di masjid, seakan akan tidak terima, terutama oleh sang ayah, ketika itu juga mau memasuki bulan ramadhan, yang pada akhirnya sebulan penuh mengerjakan puasa ramadhan di rumah saja.

Seiring berjalannya waktu, Akhirnya ketika bulan ramadhan dan tidak bisa menjalankan sholat 5 waktu di masjid, Keluarga tersebut memiliki solusi, pada waktu Bulan Ramadhan, ketika sholat tarawih Keluarga tersebut mengajak warganya untuk sholat tarawih bareng di dalam rumahnya dan di imam i oleh anak-anaknya, dan dilanjutkan dengan tadarrus bersama, yang sedikit menghilangkan rasa rindunya terhadap sholat berjamaahnya di masjid

Waktu berlalu, Keluarga tersebut menemukan cara untuk selalu menjaga Spiritualitasnya di masa masa yang sulit seperti ini, Hingga sampai saat ini pun, Rumahnya masih sering dibuat sholat berjamaah bareng, terutama pada sholat magrib dan isya melihat juga kondisi sang ayah yang sudah tidak kuat lagi untuk ke masjid, sehingga Pandemi tersebut juga menjadi hikmah yang sangat penting bagi siapapun yang mau bersabar dan istiqomah.
Karena Allah pun telah bersabda :

لا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Wallahu A’lam~

 63 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment