PENGARUH GADGET TERHADAP KOMUNIKASI DALAM KELUARGA
Oleh : Asep Budi Yato
Dunia sekarang sudah memasuki era baru yakni era teknologi dan komunikasi atau biasanya disebut era Revolusi Industri 4.0 istilah yang sangat populer pada masyarakat Indonesia. Teknologi dan komunikasi merupakan bagian dari Revolusi Industri 4.0. Perkembangan teknologi dan komunikasi ini sangat pesat, teknologi terus menciptakan suatu hal yang baru berbagai jenis gadget. Pada umumnya gadget merupakan bagian dalam kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dalam diri seseorang, maka diperlukanya usaha-usaha untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan ketrampilan agar ketika menggunakan internet lewat gadgetnya secara bijak. Akan tetapi kenyataanya dalam penggunaan gadget sering kali berlebihan sehingga mempengaruhi semua aspek kehidupan. Pengaruh tersebut dapat dirasakan oleh diri sendiri dan pada orang yang berada di lingkungan sekitarnya. Salah satu lingkungan terdekat yang terpengaruh oleh gadget adalah lingkungan keluarga. Secara umum keluarga memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing pada anggota keluarganya menjadi terganggu akibat adanya penggunaan gadget yang tidak bijak dan berlebihan oleh penggunanya.
Salah satu aspek dalam keluarga yang terganggu adalah aspek interaksi dan komunikasi dalam keluarga. Melalui interaksi dan komunikasi inilah perubahan interaksi sosial dalam keluarga dapat diukur. Terdapat perbedaan dan perubahan dalam komunikasi yang terjadi dalam keluarga sebelum dan sesudah penggunaan gadget pada anggota keluarga dapat mempengaruhi komunikasi dalam keluarga secara menyeluruh. Dengan demikian dapat dilihat bagaimana pengaruh gadget terhadap komunikasi dalam lingkungan keluarga.
Kehadiran gadget seperti TV, laptop, smartphone, dan komputer sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga modern. Namun apakah komunikasi dalam keluarga terpengaruhi terhadap adanya gadget ini? Tentunya dengan adanya gadget ini memudahkan komunikasi terutama apabila ingin berkomunikasi dengan kelurga seperti pasangan atau anak yang berada jauh di tempat kerja, di luar kota atau bahkan di luar negeri. Apalagi di masa sekarang ini yakni masa pandemi Covid 19 yang memaksa harus menjaga jarak atau social distancing dan ini mengakibatkan terbatasnya komunikasi secara langsung terhadap keluarga terutama yang berada jauh diluarsana. Maka dengan gadget ini bisa membantu komunikasi misal dengan fitur video call, zoom, google meet dan lain-lain, seorang ibu dapat berkomunikasi dengan suaminya walaupun masih berada di tempat kerja. Memang alat komunikasi ini bisa membantu untuk mendekatkan keluarga walupun tidak bisa tatap muka secara langsung.
Namun apakah kehadiran gadget ini malah menjadi hambatan atau menjauhkan keluarga terutama dalam komunikasi di dalam keluarga yang sibuk dengan urusanya masing-masing. Misal ayah sedang sibuk dengan komputernya, ibu sedang sibuk chatting di grup whatsappnya, kakak sedang sibuk dengan dengan instagramnya, adik sedang asik game onlinenya. Apakah ini sebuah momen atau fakta yang wajar dan sering terjadi? Jika iya, bagaimana nasib komunikasi dalam keluarga untuk menjalin kedekatan dan keakraban?
Waktu berharga bersama keluarga
Sekarang banyak orang tua yang bekerja seperti ayah dan ibu yang bekerja di luar sehingga sangat terbatas waktu untuk berkumpul dengan keluarga terutama dalam menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Namun tatkala waktu tiba dirumah berikan waktu yang maksimal untuk anak agar merasa kasih sayang dan sehingga anak merasa di perdulikan oleh orang tua walaupun orang tua harus bekerja dan banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Melakukan aktivitas bersama keluarga itu jauh lebih baik dari pada orang tua ada di dekat anak namun sibuk dengan urusan sendiri atau gadgetnya. Misal bermain petak umpet bersama anak, bermain lari-lari bersama anak atau dengan cara yang lain sekiranya dapat menciptakan kehangatan dan keakraban antara orang tua dan anak.
Keharmonisan keluarga
Ketika berkurangnya komunikasi terhadap keluarga tentu akan berakibat buruk terhadap keharmonisan keluarga seperti mis komunikasi yang akan mengakibatkan kesalahfahaman sehingga pertumbuhan anak tak terpantau dengan baik oleh orang tua. Sebelum terjadinya hubungan keluarga yang renggang dan kurang harmonis alangkah baiknya mulai memperbaiki komunikasi terhadap keluarga seperti meneghabiskan waktu libur bersama, jalan-jalan, saling bercerita, dan saling bercerita satu sama lain.
Berpengaruh terhadap mental dan emosi pada anak
Ketika anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua ia akan merasa kurang dan tidak lengkap dalam hatinya sosok orang tua. Ia akan mudah iri dan merasa beda ketika melihat kehidupan keluarga lain yang harmonis dan tentram. Padahal kasih sayang merupakan kebutuhan yang pokok dan tidak dapat digantikan dengan suatu hal materi apapun dalam keluarga. Dan ini merupakan proses pembentukan kepribadian, mental dan emosi pada diri anak.
Untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas orang tua dapat memberikan kesepakatan atau peraturan yang untuk dijalani bersama. Seperti ketika diajak bicara bersama tidak sibuk dengan gadgetnya dan harus meletakkan gadgetnya terlebih dahulu, memperhatikan orang yang diajak bicara, gadget bisa digunakan ketika ada acara bersama seperti rekreasi liburan dan memang kiranya dibutuhkan. Penggunaan gadget seperti smartphone pada anak juga harus di batasi, seperti mematikan gadget saat waktu sholat tiba, gadget hanya dapat digunakan setelah menegerjakan pekerjaan sekolah telah selesai semua atau bisa di tentukan jadwalnya tatkala memainkan gadgetnya.
Pada intinya gadget dapat digunakan secara bijak sesuai dengan porsinya dan lebih mengutamakan kehadiran secara langsung dan nyata. Agar peran seseorang yang di ajak bicara dan yang berbicara tidak menimbulkan kesalafahaman dalam berkomunikasi sehingga dapat terciptanya hubungan harmonis dalam keluarga.

Nama : Asep Budi Yanto
Prodi : Hukum Keluarga Islam
Semester : 5
Tempat/tanggal lahir : Pekalongan, 28 juli 1996
Alamat : Perumahan Citra Medayu Blok G No 3 kec, Rungkut kota Surabaya

 145 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment