PENGARUH GADGET TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DAN KEHARMONISAN DALAM KELUARGA
Oleh: Erdin Nadid

Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia dimana ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial dalam interaksi dengan kelompoknya. Dalam keluarga yang sesungguhnya, komunikasi merupakan sesuatu yang harus dibina, sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang dalam serta saling membutuhkan. Keluarga merupakan kelompok primer paling penting dalam masyarakat, yang terbentuk dari hubungan laki-laki dan perempuan, hubungan ini yang paling berlangsung lama untuk menciptakan, membentuk dan membesarkan anak-anak.(Risna, 2017).
Komunikasi adalah salah satu hal sangat penting dalam hubungan apapun. komunikasi membantu membangun hubungan lebih baik dan memulai keluarga yang sehat. Komunikasi adalah proses berbagi makna melalui perilaku verbal dan perilaku non-verbal. (Deddy, 1996). Komunikasi terjadi jika setidaknya suatu sumber membangkitkan respons pada penerima melalui penyampaian suatu pesan dalam bentuk tanda atau simbol, baik berbentuk verbal (kata-kata) atau bentuk non-verbal (non kata-kata). Namun Komunikasi secara langsung antara manusia masa kini agak terganggu dengan kehadiran teknologi yang sudah canggih.
Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini terjadi sangat pesat, tekhnologi terus menciptakan berbagai macam jenis gadget yang memiliki klasifikasi high technology, pada umumnya tekhnologi (gadget) telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang diera sekarang ini, diperlukan meningkatkan kesadaran,pengetahuan, dan keterampilan agar bisa memanfaatkan gadget dengan cerdas, Namun dewasa ini gadget dalam penggunaanya sering kali digunakan secara berlebihan dan mempengaruhi aspek kehidupan, pengaruh tersebut dapat dirasakan oleh diri sendiri dan pada orang yang berada disekitar penggunanya.
Salah satu lingkungan terdekat yang terkena dampak dari berlebihannya penggunaan gadget adalah keluarga. Keluarga yang merupakan komunitas primer yang terpenting dalam masyarakat. Komunitas primer artinya suatu kelompok dengan kedekatan antara anggota-anggotanya sangat erat, menjadi terganggu akibat adanya penggunaan gadget yang berlebihan pada penggunanya. Salah satu aspek yang terganggu dalam keluarga adalah aspek interaksi sosial antar anggota keluarga, yang mencakup didalamnya pola komunikasi dan kontak sosial.
Prof. Dr. Soerjono Soekamto mendefinisikan interaksi sosial sebagai kunci rotasi semua kehidupan sosial. Dimana dengan tidak adanya komunikasi ataupun interaksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan Bersama, jika hanya fisik yang saling berhadapan antar satu sama lain, tidak dapat menghasilkan suatu bentuk kelompok sosial yang dapat saling berinteraksi, maka dari itu dapat disebutkan bahwa interaksi merupakan dasar dari suatu bentuk proses sosial. Karena tanpa adanya interaksi sosial. Maka kegiatan-kegiatan antar satu individu dengan yang lain tidak dapat disebut interaksi.
Kenapa komunikasi penting dalam tatanan keluarga? Dewasa ini, suami dan istri yang sibuk bekerja menjadikan pribadi mereka lupa akan hak dan kewajiban masing-masing, komunikasi dengan anak-anak mereka pun tidak terbangun dengan baik. Hal ini menjadikan keluarga bukan lagi tempat yang nyaman untuk berbagi suka dan duka. Realitas tersebut terjadi akibat kurang terjalinnya komunikasi yang baik dalam keluarga, komunikasi yang positif merupakan komponen dalam resolusi konflik keluarga. Bila keintiman keluarga terjaga maka penyesuaian terhadap konflik apapun akan selalu terselesaikan. Maka dari itu sangat penting dalam sebuah keluarga membangun komunikasi dan interaksi yang baik antara anggota keluarga yang akan mempengaruhi pada keharmonisan sebuah rumah tangga.
Dampak terbesar tidak adanya interaksi sosial dan komunikasi dalam keluarga akibat penggunaan gadget yang berlebihan adalah merusak keharmonisan rumah tangga yang berujung perceraian, dimana Kasus perceraian sering dianggap sebagai suatu peristiwa yang tidak diinginkan dan menegangkan dalam kehidupan keluarga, tetapi yang perlu direnungkan dalam kasus ini adalah akibat dan pengaruh yang ditimbulkan pada diri anak khususnya dalam hal penyesuaian diri.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perceraian selalu berdampak buruk bagi anak-anak, sehingga anak yang orang tuanya bercerai sering hidup menderita, khususnya dalam hal keuangan dan secara emosional kehilangan rasa aman, sehingga mereka merasa malu dengan perceraian tersebut, anak-anak tersebut inferior terhadap anak-anak lain sehingga ketika terjadi hal seperti ini maka keluarga tersebut di anggap gagal.
Maka dari itu, Komunikasi dan interaksi sosial antar manusia terutama dilingkup keluarga menjadi sangatlah penting, baik itu suami dan istri atau orang tua dan anak, Hal ini juga sangat mempengaruhi terhadap keharmonisan dan kerukunan keluarga.

 2,483 total kunjungan,  3 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment