Dunia telah memasuki era baru yaitu era teknologi dan komunikasi. Perkembangan
teknologi terjadi sangat pesat, teknologi terus menciptakan berbagai macam jenis gadget yang
sangat canggih dan memiliki klasifikasi sebagai gadget high technology. Banyak varian gadget
yang tersebar di Indonesia khususnya smartphone, tablet, komputer, laptop dan lainnya. Dan juga
sudah banyak sekarang masyarakat Indonesia yang menggunakan berbagai gadget tersebut dan
sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia.
Kini penggunaan gadget mengahabiskan banyak waktunya hanya untuk sekedar bermain
gadget tanpa kepentingan yang penting dan mendesak. Gadget digunakan untuk berbagai macam
keperluan, apalagi pada saat pandemic seperti ini yang terjadi diseluruh dunia yang memaksa
kita untuk melakukan segala kegiatan melalui gadget.
Namun yang terjadi adalah penggunaan gadget yang susah dikontrol, mulai dari waktu
penggunaan hingga tempat penggunaan. Pengguna gadget ini menggunakan gadget-nya
kapanpun dan dimanapun sehingga bisa saja mengganggu komunikasi sehari-hari termasuk
dalam interaksi social dengan keluarga.
Pada awalnya gadget berfungsi memudahkan kita untuk berinteraksi antara individun kini
mulai berdampak sebaliknya. Saat ini masyarakat lebih sering menghabiskan waktu dengan
gadget-nya daripada bercengkrama atau hanya sekedar mengobrol atau menghabiskan waktu
Bersama anggota keluarga lain. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol seperti inilah yang
dapat mengganggu proses berlangsungnya interaksi social. Atau bahkan bisa saja terisolasi dari
lingkungan sosialnya, termasuk dalam lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Bila masyarakat
yang menggunakan gadget ini terus dibiarkan tanpa diberikan pemahaman atas dampak lain
selain diluar gadget secara fungsional banyak memberikan kemudahan bagi penggunanya bisa
jadi para pengguna gadget mulai sulit berinteraksi secara nyata dengan keluarganya. Dan juga
dapat mempengaruhi keseluruhan dalam keluarganya.
Penggunaan gadget dalam lingkungan keluarga ini dapat mempengaruhi keseluruhan
interaksi social dengan keluarga tersebut. Dimana interaksi yang berlangsung biasanya dilakukan
oleh orang tua dan anak sebagai bentuk pengasuhan dan komunikasi untuk menciptakan
kekukuhan keluarga akan terganggu dikarenakan keluarga merupakan kesatuan system yang
utuh, dimana apabila salah satu anggota keluarga mengalami kesulitan dalam berinteraksi atau
berkomunikasi secara langsung, hal tersebut membuat keluarga secara sadar maupun tidak sadar
bisa mengurangi atau melakukan perubahan dalam pola interaksi sosialnya.
Interaksi yang pada awalnya dilakukan dengan cara bertatap muka secara langsung kini
mulai digantikan dengan bertatap muka melalui gadget. Perubahan cara interaksi social dalam
keluarga tersebut menghasilkan pola sikap yang cenderung lebih individualis daripada yang
semestinya. Karena perubahan interaksi secara langsung menjadi interaksi yang lebih sering
dilakukan melalui gadget memiliki perbedaan. Diantara peran emosional dan kontak social yang
tidak dilakukan secara utuh.

 120 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment