Banyak cara praktek pembelajaran Astronomi meskipun kuliah dilaksanakan secara daring. Kelas Astronomi Prodi Hukum Keluarga Islam Semester 4 melakukan percobaan pengukuran keliling bumi yang dilakukan dari tempat tinggal masing-masing. Percobaan ini menggunakan Metode Eratosthenes yang didasarkan pada perbedaan panjang bayangan yang terjadi pada dua tempat yang diketahui jaraknya dan di waktu yang bersamaan. Eratosthenes yang hidup di masa  276-194 SM kala itu membandingkan keadaan bayangan di dua tempat yaitu Kota Syene (Aswan), yang terletak tepat di titik balik musim panas, dan Kota Alexandria kampung halaman Eratosthenes.

Mahasiswa melakukan pengukuran panjang bayangan yang dibentuk oleh sebuah tongkat yang ditancapkan tegak lurus di tanah dan membandingkan dengan sebuah tempat yang di saat yang sama matahari berada tepat di atas zenitnya. Lokasi pembanding dipilih dan diukur jaraknya dengan bantuan aplikasi google earth.

Abdal Aziz Zaidan & Makbul Arifin_Mulyorejo Kota Surabaya
Roziana Yusri & Imamah Wibawati, Widodaren, Kabupaten Ngawi
Jihad Akbar & Azizil Adhil, Paciran Kota Lamongan
Aurelia Khoirunnisa & Putri Lestari, Mulyorejo Kota Surabaya
Biyan Ilmi & Moh Syaiful, Paciran Kota Lamongan

Irma Nur Afifah dan Novita Safera misalnya, mahasiswa yang berdomisili di Kertosono, Nganjuk. Dengan metode ini memperoleh keliling bumi 38 503 km. Sedangkan Moch. Farrel dan Muhammad Abduh Al Farobi memperoleh hasil 41 424 km. Cukup mendekati perhitungan keliling bumi saat ini yaitu sekitar 40 000 km.

 153 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment