Dalam kajian yang banyak menggunakan literatur Arab sebagai referensi / rujukan, kompetensi untuk melakukan transliterasi menjadi hal mendasar yang harus dimiliki oleh para pengkaji dan peneliti kajian keislaman (islamic studies). Transliterasi, sebagaimana arti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain.

Pelatihan transliterasi ini sangat berguna saat menyalin teks/aksara Arab (huruf Hijaiyah), misalnya, ke dalam tulisan/ teks aksara latin (alfabet). Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) menyelenggarakan pelatihan ini sekaligus sosialisasi dan penyegaran kembali materi terkait dengan transliterasi, pada Senin, 11 Januari 2021.

Pada awalnya, Pelatihan ini diperuntukkan untuk mahasiswa baru Angkatan 2019 dan 2020. Namun, karena pola pelatihan ini secara daring menggunakan platform Zoom Meeting, maka kegiatan ini dilakukan dengan mengundang seluruh Mahasiswa Prodi HKI UMSUrabaya.

Dengan mengacu pada Pedoman Transliterasi hasil Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri P dan K Nomor: 158/1987 dan Nomor 0543b/U/1987, pelatihan transliterasi Prodi Hukum Keluarga Islam dilakukan. Pelatihan sekaligus sebagai sosialisasi pedoman transliterasi yang dijadikan acuan Prodi dalam menulis karya ilmiah, termasuk makalah, proposal skripsi dan skripsi.

Semoga pelatihan ini bisa memacu para mahasiswa HKI UMSurabaya untuk menulis transliterasi sesuai dengan pedoman, dan menjadikan sivitas akademik Fakultas Agama Islam, pada umumnya, semakin produktif.

Materi pelatihan transliterasi bisa diunduh di sini

Pedoman Transliterasi SKB Menag dan Menteri P dan K Tahun 1987, bisa dilihat kembali di tautan ini

 97 total kunjungan,  2 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment