Bangsa Indonesia selalu memperingati tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan untuk menghormati para pejuang kita yang tidak mengenal lelah dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat kepahlawanan dari para pejuang dalam mempertahankan NKRI tersebut harus kita jaga selamanya sebagai panutan bagi kita semua dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Kehidupan sehari-hari yang harus kita jalani juga memiliki kesamaan dengan para pejuang kemerdekaan tersebut.
Dalam mengarungi kehidupan sehari-hari, perlu tujuan dan semangat yang jelas, yaitu memiliki kehidupan yang bahagia, sejahtera, dan makmur. Memperoleh kehidupan yang ideal seperti itu harus terus dipertahankan, sama halnya seperti para pejuang terdahulu yang telah mempertahankan NKRI.
Pada masa kini, menjadi pahlawan tidak selalu melakukan sesuatu besar terlebih dahulu. Hal-hal kecil berkaitan dengan nilai-nilai kepahlawanan juga bisa jadi membuat seseorang menjadi pahlawan bagi dirinya, keluarga, lingkungan dan lainnya.
Banyak ragam untuk menjadi “pahlawan” termasuk di dalam keluarga. Salah satunya dengan menjadi pahlawan keuangan dalam keluarga. Keadaan perekeonomian dalam setiap keluarga berbeda-beda. Ada yang berkecukupan dan ada yang kekurangan, bahkan untuk makan sehari-hari pun susah. Menurut Mohammad Andoko, perencana keuangan One Shildt Financial, menyampaikan sejumlah Langkah menjadi pahlawan keuangan dalam keluarga.
Yang pertama, ada tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Bayar kewajiban rumah secara rutin dan tepat waktu seperti cicilan mobil listrik, air, sudah bisa membuat kehidupan keluarga tenang.
Yang kedua, tidak membuat susah keluarga dengan mengatur cash flow keuangan. Salah satu cara ditetapkan dengan membedakan keinginan dan kebutuhan. Menetapkan skala prioritas, menentukan mana kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Yang ketiga, investasi. Bila merencanakan keuangan dengan baik sehingga ada surplus untuk berinvestasi. Berinvestasi tidak perlu besar-besar, dimulai dari hal-hal kecil. Seperti menabung, mengajarkan anak untuk menabung dari sisa uang jajannya, menyisihkan sebagain gaji untuk disimpan sebagai antisipasi untuk masa depan. Menurut beberapa orang, investasi terbaik adalah emas dan property. Sebab harga di pasaran selalu naik setiap tahunnya.
Akan tetapi di era pandemic covid-19 ini, sector perekonomian menerima dampak yang paling parah. Perekonomian negara melemah dan berdampak pada para pekerja, dan tentunya berdampak pada kehidupan keluarga para pekerja. Apalagi saat ini tak sedikit yang pendapatannnya berkurang bahkan harus kehilangan mata pencaharian sehingga pengaturan keuangan yang tepat menjadi hal penting yan harus dilakukan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan keluarga ditengah resesi akibat pandemic covid-19.
Pertama, proteksi pintu penghasilan utama yaitu dengan menganalisa kondisi tempat bekerja dan mencari cara menjadi solusi agar bisnis dapat tetap berjalan sehingga jika terjadi masalah dalam penghasilan bisa segera diatasi. Ketika penghasilan dirasa bermasalah maka harus segera diatasi dengan mencari jalan keluar dengan menemukan peluang pintu penghasilan lainnya. Adapun cara yang dapat dilakukan yaitu dengan berdagang, menjadi seorang freelancer, atau mencari pekerjaan dari hobi seperti fotografer, berjualan secara online, dsb.
Kedua, mengatur ulang bujet bulanan yang dilakukan dengan membagi pengeluaran dalam 5 pos utama yaitu cicilan, rutin, menabung atau investasi, sosial, dan lifestyle. Menurutnya besaran setiap pos berbeda-beda. Misalnya saja untuk cicilan utang maksimal 30 persen dari pendapatan, selanjutnya ada pula biaya rutin minimal 40 persen. Kemudian sisihkan juga pendapata untuk ditabung minimal 10 persen, selanjutnya untuk zakat atau sosial 2,5 persen, dan kehidupan pribadi maksimal 20 persen. Namun, selama masa pandemi ini ketika pendapatan berkurang maka ada pos budget yang harus dipangkas misalnya untuk kebutuhan pribadi, lifestyle atau biaya nongkrong.
Ketiga, memiliki dana darurat yang mencukupi. Menurutnya masyarakat harus menyadari pentingnya dana darurat di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Dana darurat untuk yang masih lajang dan belum memiliki tanggugan biasanya 4 kali lipat dari biaya pengeluaran, sedangkan untuk yang sudah berkeluarga bisa hingga mencapai 12 kali lipat dari kebutuhan setiap bulan.
Keempat, miliki proteksi dengan asuransi utama seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Kelima, review rencana dan performa investasi sesuai dengan tujuan finansial. Pahami instrumen investasi dan faktor risikonya agar bisa membantu tercapainya tujuan finansial dalam rentang waktu yang sudah kita tentukan sebelumnya. Akan tetapi, sebelum melakukan investasi, perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan investasinya apa, sambil mencari tahu faktor risikonya. Dengan mengetahui tujuan investasi maka jenis investasi yang diambil bisa disesuaikan sehingga bisa meminimalisir faktor risiko.

 104 total kunjungan,  2 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment