MEMAKNAI HARI PAHLAWAN
Oleh: Dewi Eka Kurniasari
Merdeka!!
Satu kata yang bisa mengetarkan kalbu siapapun yang mendengarkannya.Merdeka sama dengan simbol kemenangan yang absolut bagi para penyerunya karena merdeka berarti bebas dari segala kerangkeng yang mengekang. Kata merdeka layaknya menjadi menyejuk,penyemangat bagi siapa saja yang melantunkan kata tersebut,karena berati mereka sudah mampu melewati masa dimana mereka tidak bebas melakukan sesuatu dan akhirnya ia bebas melakukan sesuatu.sehingga akhirnya mereka tentram dalam damai dan larut dalam kemengangan.
Mereka meneriakan kata “merdeka” bukan tanpa sebab atau asal menyuarakan saja.Akan tetapi untuk melawan musuh-musuh yang sudah mengusik ketentraman mereka sampai akhirnya musuh-musuh itu tumbang.ya.. merekalah para pahlawan yang rela menumpahkan darahnya demi tanah air kita merdeka dari penjajah.Sudah sepatutnya kita sebagai pelajar/mahasiswa memaknai hari pahlawan ini dengan belajar sungguh-sungguh,dengan menorehkan prestasi yang gemilang sehingga bisa membangakan khususnya tanah air kita tercinta indonesia.Sebagai guru sepatutnya kita mampu mendidik anak didik kita dengan pebuh kasih sayang dan mengajarkan anak didiknya akan pentingnya etika.Karena sekarang marak siswa yang tak tau cara beretika dengan baik dan benar.Untuk para petinggi negara sudah sepatutnya memberikan contoh yang baik bagi rakyaknya khususnya bagi anak muda.Apapun profesi kita sudah semestinya kita berjuang juga berkorban layaknya para pahlawan.Perjuangan yang di hiasi rasa syukur mendalam atas kemerdekaaan sehingga kemerdekaan itu berarti bagi kita.Perjuangannya hingga pengorbanannya perlulah kita potret atau contoh sebagai teladan bagi kehidupan.
Pahlawan berjuang dan bekerja keras demi kepentingan umat manusia bukan demi kepentinggan sendiri.Rasanya egoisentris sekali bila mereka berupaya demi diri mereka sendiri.Rasa itulah yang semestinya di hilangkan dan dijauhkan oleh kita semua.Pahlawan senantiasa menemukan secercah harapan bagi setiap gulitanya hidup.Karena itulah setiap waktu mulai dari pagi,siang,sore hingga malam mereka korbankan untuk kepentingan dan kemakmuran orang banyak.Iuan mereka tak hanya harta tetapi iuran mereka tenaga dan taruhannya nyawa.Mereka berikan semuanya sepenuh jiwa raga demi kebaikan bersama.Pada hakikatnya prinsip hidup mereka layaknya pedang yang harganya mahal.Karena sekian lama ditempa dengan cara dipukul sampai dipanaskan sehingga menjadi pribadi yang tangguh nan elegan.
Perjuangan para pahlawan sudah banyak menginspirasi kehidupan banyak orang.Sudah saatnya kita sebagai generasi milenial meneladani hidup para pahlawan yang di kenang karena jasanya yang begitu mulia,yang mereka dedikasikan untuk kemaslahatan hidup banyak orang.
Kini bangsa indonesia sudah mencaai usia 75 tahun merdeka yang kemerdekaannya tak luput dari jasa para pahlawan kita.Angka 75 merupakan prestasi yang membanggakan bahi bangsa indonesia,karena bangsa kita sebagai bangsa besar sudah bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.Tak semudah membalikan telapak tanganmtentunya ada usaha ada perjuangan dibalik upaya indonesia mempertahankan kemerdekaan.Kita perlu mengingat catatan emas yang sudah di wariskan oleh para pahlawan sejak 75 tahun kebelakang sebagai pembelajarab penting dalam hidup kita.Tatkala para pahlawan kita melawan kolonialisme barat yang menjamur di indonesia hingga upaya mempertahankan kemerdekaan indonesia.Bermula dari kedatangan portugis di nusantara,kedatangganya di tentang oleh rakyat mengingat portugis telah melakukan monopoli perdagangan di bumi nusantara.Perlawanan di lakukan oleh beberapa kerajaan dan wilayah.Terdapat perlawanan demak pada daerah malaka,adipati unusmsi pangeran sabrang lor melakukan perlawanan.Di sunda kelapa .fatahillah berhasil mengusir portugis pada tahun 1527.Berlanjut ke perlawanan ternate yang di pimpin sultan khairun dan sultan baabullah pada akirnya sultan baabullah berhasil mengusir angkuh pada tahun 1575 sehingga prosesi kristenisasi hingga monopoli perdagangan berhasil di redam.Hingga perlawanan aceh yang dipimpim sultan alaudin riayat syah dan sultan iskandar muda.

 157 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment