Sebanyak 16 mahasiswa dari program studi Hukum Keluarga Islam (FAI UM-Surabaya) mengikuti acara camp lintas agama yang bertajuk “Penguatan Kerukunan Beragama Bagi Generasi Muda Di Masa Pandemi Covid-19”. Acara ini diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik  (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur dan berkolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), bertempat di Jambuluwuk Resort and Convention Hall, Batu, Malang, Jawa Timur.

Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 5-6 November 2020. Dengan kegiatan berupa seminar dan juga games menarik yang melibatkan peserta dan panitia. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang di dominasi anak muda dari seluruh penjuru Jawa Timur. Serta perwakilan dari berbagai instansi/organisasi/forum, dan diikuti oleh pesesrta dari berbagai agama. Seperti dari agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Acara berlangsung secara kondusif dan menyenangkan. Pada pembukaan acara, sambutan di sampaikan oleh Drs. Nadjib Hamid, M.Si, selaku wakil ketua FKUB Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “dengan keberagaman beragama di Indonesia, di harapkan terjalin toleransi antar umat beragama dengan baik”. Disamping itu, beliau juga menyampaikan bahwa tantangan umat beragama di era sekarang adalah lahirnya agama baru, yaitu agama kebebasan, dimana setiap orang bebas melakukan apa saja.

Kemudian pada malam harinya, dilanjutkan materi oleh Abdul Kodir, S.Sos, M.Sos, dosen Sosiologi Universitas Negeri Malang. Beliau menyampaikan bahwa peran generasi muda dalam menjaga kerukunan beragama di masa pandemic ini sangat penting. Beliau juga menyampaikan bahwa generasi muda sangat rentan terpengaruh oleh isu intoleransi dan krisis identitas, hal tersebut dikarenakan anak muda berada difase transisi dalam pertumbuhan usia dan lebih rentan terkena krisis identitas. Krisis identitas bisa berawal dari seorang anak muda yang mulai mempertanyakan tentang kediriannya dan tujuan dari hidupnya. Katakan saja bahwa fase usia 18 sampai awal 20 tahun sesorang masih sangat labil sehingga mudah terombang-ambing dan terseret arus zaman yang semakin memprihatinkan ini.

Lalu pada keesokan harinya, dilanjutkan senam pagi bersama-sama dan dilanjutkan games dengan mengacak peserta dalam sebuah kelompok. Dengan tujuan agar saling membaur dan saling mengenal antar peserta. Kemudian di penghujung acara, ditutup oleh materi oleh Prof. DR. Diyah Sawitri, SE. MM selaku Rektor Universitas Gajayana, Malang. Beliau menyampaikan bahwa Pancasila sebagai pondasi toleransi antar umat beragama, disamping itu beliau juga menegaskan bahwa anak muda memiliki peran sebagai agent of thing di tengah-tengan persatuan di dalam perbedaan. Dengan demikian, maka selesai sudah acara ini. Semoga para peserta dapat mengambil manfaat dari acara tersebut, Aamiin.

 92 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment