Kepercayaan kunci utama ketahanan keluarga di era pandemi
Perkawinan adalah suatu ikatan yang mengikat antara laki-laki dan perempuan berdasarkan syariat islam. Adapun definisi perkawinan untuk mencapai tujuan dari adanya perkawinan tersebut adalah kesepakatan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk menjadi pasangan yang saling menghalalkan, saling memiliki, saling memberikan hak, dan saling menolong dalam rangka berusaha secara bersama mencapai kebahagiaan bersama.
Menurut syariat islam, tujuan melakukan perkawinan di antaranya adalah untuk mewujudkan kehidupan yang sakinah dengan dilandasi mawaddah wa rahmah, yaitu kehidupan yang tentram yang dilandasi cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) di antara suami isteri dan seluruh anggota keluarga.
Dalam hukum positif keluarga sakinah tidak jauh berbeda dengan keluarga bahagia, dalam pasal 1 UUP, disebutkan: “perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
Membangun sebuah keluarga adalah hal yang mudah akan tetapi mempertahankannya merupakan suatu yang sukar, tidak sedikit keluarga yang gugur ketika suatu hubungan baru saja dimulai. Tentunya dalam mempersiapkan suatu hubungan jangka panjang harus memiliki bekal yang cukup baik secara agama, materi dan emosional. Khususnya di era pandemi ini.
Sama hal nya dalam melakukan sebuah perjalanan, tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan, begitupun dalam perjalanan sebuah keluarga. Di era pandemi ini banyak sekali hal-hal terjadi diluar rencana manusia. Jarak menjadi pembatas sebuah hubungan di uji, banyak dari suami yang kehilangan istrinya ataupun istri kehilangan suaminya, bapak kehilangan anaknya dan anak kehilangan motivasi hidupnya. Banyak juga dari masyarakat yang ekonominya tidak stabil, PHK dimana-mana dan pekerjaan tidak tetap.
Prospek ketahanan keluarga dalam era pandemi ini menjadi hal yang sangat penting secara psikis, karena dampak dari covid tidak hanya mempengaruhi gejala ekonomi dan sosial saja akan tetapi pada kesehatan jiwa dan pikiran seseorang.
Kegiatan luar rumah yang semakin terbatas membuat seseorang menjadi mudah bosan dan kelelahan secara mental, perasaan negatif dapat menghancurkan sebuah hubungan. Adapun hubungan keluarga yang sehat dapat membuat keluarga menjadi semakin harmonis dan langgeng.
Adapun contoh keluarga harmonis di masa pandemi ini setelah penulis amati di lingkungan sekitar penulis yaitu keluarga Bapak Agus dan Ibu Nur. Pasangan suami istri ini dikaruniai anak dua yaitu anak laki-laki dan perempuan, sepanjang usia perkawinan mereka tidak pernah terdengar desas-desus konflik yang terjadi. Bapak Agus sebagai kepala rumah tangga setelah penulis amati merupakan sosok sosok yang ramah, hangat dan tanggung jawab, sedangkan istrinya Ibu Nur merupakan sosok yang lembut, kasih sayang, dan patuh terhadap suami.
Dampak dari covid berpengaruh pada pekerjaan bapak Agus. Bapak Agus bekerja di luar negeri tepatnya di kota Mekkah sebagai tour guide jamaah haji dan umroh. setelah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan terkait diberhentikannya kegiatan umroh dari luar Mekkah, akibatnya bapak Agus pun memilih pulang ke indonesia.
Selama di Indonesia kehidupan rumah tangga bapak Agus dan ibu Nur, terlihat sangat harmonis, beberapa kali penulis jumpai bahwa pasangan tersebut selalu bersama dalam melakukan kegiatan apapun, kekompakan dan kepercayaan dipupuk dengan sangat tinggi.
Adanya kepercayaan yang terjalin antara suami dan istri menampik segala keraguan yang datang. Meskipun bapak Agus tidak bekerja selama pandemi covid ini akan tetapi ibu Nur tidak mempermasalahkan hal tersebut dan semakin mendukung kegiatan yang dilakukan oleh suaminya.
Dari analisa keluarga diatas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan merupakan suatu hal sangat penting dalam menjaga ketahanan keluarga di era pandemi ini. Suatu hubungan dibangun atas dasar saling percaya antara satu sama lain. seorang istri ataupun suami yang kehilangan kepercayaannya menjadi sumber keretakan dari keluarga. Kepercayaan menurut Ramadhini dan Hendriani (2015) adalah keyakinan dan kepedulian terhadap pasangan serta kekuatan sebuah hubungan.
Hubungan akan semakin intim apabila kepercayaan yang ditumbuhkan semakin besar antara stau sama lain, maka dari itu, pentingnya menjaga hubungan kepercayaan di era pandemi ini membantu untuk menjaga ketahanan keluarga harmonis.
Biografi Penulis:
Nama Vita inayati, biasa dipanggil vita. Saat ini sedang melanjutkan studi di Surabaya jurusan hokum keluarga islam. Motto hidup “tidak ada surga yang terlalu jauh untuk seseorang yang berusaha”. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

 57 total kunjungan,  3 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment