Pada hari ini, Sabtu 30 Januari 2021 bertempat di Hotel Semarang Town Square (Setos) Jawa Tengah, dilaksanakan Pelantikan Advokat dan Mediator Syariah oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI).

Dalam kegiatan tersebut, enam orang dosen prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya dilantik menjadi Mediator Syariah. Keenam dosen tersebut telah mengikuti pelatihan Mediator Syariah kerjasama DPP APSI dengan Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKI) secara daring via Zoom Meeting pada tanggal 10-19 Desember 2020, serta telah dinyatakan lulus dalam Ujian Mediator Syariah yang dilaksanakan di Hotel Singgasana Gunungsari Surabaya pada tanggal 30 Desember 2020.

Keenam dosen tersebut adalah : (1) Dr. Abdul Wahab, MEI, CM., (2) Andi Sitti Maryam, M.Si, CM., (3) Gandhung Fajar Panjalu, MHI, CM., (4) Isa Anshori, M.Ag, CM., (5) Saiful Ibnu Hamzah, M.A, CM., dan (6) Dr. Thoat Stiawan, MHI, CM.  

Dosen HKI Peserta Pelatihan Mediator, berfoto bersama Wakil Ketua DPP dan
Direktur Pelatihan DPP APSI

Dengan dilantiknya keenam dosen tersebut, tercatat hingga saat ini prodi HKI UMSurabaya memiliki tujuh orang mediator bersertifikat, setelah sebelumnya baru satu orang yang memiliki yakni Mohammad Ikhwanuddin, MHI, CM. Kepemilikan sertifikat tersebut menjadi kunci untuk melakukan praktek penyelesaian sengketa melalui mediasi baik pada jalur litigasi maupun non litigasi.

Sebagaimana diketahui, saat ini jumlah perkara yang ditangani oleh lembaga peradilan terus meninggi. Sementara itu, konflik yang terjadi pada masyarakat terus terjadi dengan beragam variannya. Mulai dari konflik agama, politik, bisnis, agraria, pendidikan, kesehatan maupun berbagai konflik lain.

Seremonial Pengangkatan Advokat & Pelantikan Mediator DPP APSI,
Sabtu 30/1 di Hotel Setos Semarang

Sementara itu, pada beberapa negara maju, penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi lebih diminati oleh berbagai pihak yang bersengketa. Alasannya antara lain adalah efisiensi biaya, waktu yang relatif lebih singkat, dan adanya kepastian hukum yang murni diambil oleh kedua pihak yang bersengketa, bukan oleh pihak ketiga. Australia menjadi salah satu contoh negara yang sukses menerapkan sistem mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa.

Salah satu target ke depan pasca pelantikan mediator ini adalah terwujudnya Pusat Mediasi di lingkungan Fakultas Agama Islam UMSurabaya yang memberikan pelayanan mediasi, khususnya pada konflik yang memiliki irisan latarbelakang dengan keilmuan yang terdapat di FAI UMSurabaya, yakni seputar konflik keluarga, konflik ekonomi dan perbankan, konflik pendidikan, serta konflik keagamaan.

 135 total kunjungan,  1 kunjungan hari ini

Like and Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment